Cara Mengatasi Vagina Yang Kering

Kelembaban vagina dihasilkan oleh lendir serviks yang ada pada kelenjar serviks (kelenjar leher rahim). Guna dari lendir serviks ini adalah membersihkan organ kewanitaan dari sel-sel mati cairan vagina yang kemudian dikeluarkan setelah masa menstruasi berakhir melalui rongga vagina. Rata-rata wanita mengeluarkan sisa cairan sari sel-sel mati ini sebanyak 2 gr sel-sel mati dan 3 gr lendir atau cairan.

Selain kelenjar serviks atau kelenjar leher rahim yang menghasilkan cairan vagina, adapula kelenjar lainnya membantu kelenjar serviks menghasilkan cairan lubrikasi yakni kelenjar Batholini yang memiliki fungsi untuk menghasilkan cairan lubrikasi tambahan pada vagina ketika sedang melakukan aktivitas seksual. Akan tetapi cairan/lubrikasi yang dihasilkan dari kelenjar bartholini lebih banyak dibanding cairan/lubrikasi vagina yang dihasilkan oleh kelenjar serviks. Cairan vagina yang dihasilkan oleh kelenjar Bartholini ini memiliki bau yang khas yang merupakan hasil evolusi jutaan tahun yang dapat meningkatkan daya rangsang wanita terhadap pasangannya dan dapat pula dijadikan sebagai tanda bahwa wanita sudah siap untuk melakukan aktivitas seksual.

Pada umumnya, kekeringan cairan vagina dialami wanita ketika memasuki masa menopause dengan ditandai berakhirnya masa menstruasi. Akan tetapi menopause bukanlah satu-satunya penyebab dari kekeringan cairan vagina.

Berikut ini ada beberapa tips umum untuk mengatasi vagina yang kering, antara lain :

1. Melakukan Terapi sulih hormon (Hormone replacement therapy/HRT)

Biasanya terapi sulih hormon banyak dilakukan oleh wanita yang sudah menopause, terkadang wanita yang melakukan metode ini untuk membantu meningkatkan produksi cairan vagina dan menebalkan dinding vagina. Namun sayangnya melakukan metode memiliki resiko, bila perlu tidak dianjurkan untuk melakukan metode ini, namun sebagai pencegahan tidak ada salahnya. Terapi sulih hormon ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang masih memiliki sudah menopause atau penuaan lebih dini namun masih memiliki tingkat keinginan seksual yang masih tinggi.

2. Banyak mengkonsumsi air mineral sebanyak mungkin, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kesehatan Anda. Tak hanya itu dengan rutin dan rajin mengkonsumsi air mineral dapat membantu hormon estrogen menghasilkan cairan vagina, membuat vagina basah serta membantu kinerja tubuh menjadi lebih baik.

3. Jangan merokok. Rokok lebih berbahaya untuk wanita, karena dapat menyerang dan mengganggu fungsi kerja hormon estrogen wanita. Hormon estrogen berfungsi untuk menjaga vagina agar tetap sehat dan menghasilkan pelumas.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Drs. Andrew Weil dan James Duke yang kemudian diterbitkan di Health Journal, ada beberapa jenis obat herbal yang dapat membantu mengembalikan hasrat seksual dan sensitifitas organ kewanitaan, seperti dong quai, fennel dan fenugreek, chasteberry, black cohosh dan vitamin E.

4. Mengkonsumsi makanan yang mengandung Phytoestrogen tinggi, yang terdapat pada kedelai, apel, kacang-kacangan, flaxseed (sejenis tumbuhan rami), seledri, alfalfa dan gandum.

5. Memilih perawatan tubuh dan perawatan organ kewanitaan yang kini sudah banyak salon perawatan tubuh yang tidak hanya memanjakan tubuh namun dapat juga memberikan perawatan khusus kewanitaan, gunakan bahan perawatan yang tanpa menggunakan bahan kimia. Guna menghindari kulit tubuh dan sekitar organ intim wanita dari iritasi dan gangguan lainnya. Gunakan perawatan tubuh dari bahan herbal yang alami tanpa ada efek sampingnya. Bijaklah dalam memilih produk perawatan organ kewanitaan Anda agar tidak terkontaminasi bahaya dari produk perawatan yang Anda beli.

6. Menggunakan bahan herbal buatan sendiri untuk mengatasi atau mengembalikan cairan/lubrikan vagina. Misalnya dengan menggunakan daun sirih atau buah majakani. Daun sirih dapat diolah dengan cara merebus beberapa lembar daun sirih, ketika air rebusan tersebut dingin, gunakan untuk membasuh bagian organ kewanitaan, disarankan tidak digunakan setiap hari karena akan membuat vagina terasa panas dan membuat cairan vagina mengering kembali. Sama halnya dengan buah majakani digunakan untuk membersihkan organ intim Anda dari keputihan. Karena keputihan berlebih juga dapat mengakibatkan cairan vagina mengering.

7. Salah satu cara paling efektif agar vagina menjadi licin dan tidak kering adalah dengan memberikan pelumas pada vagina sebelum melakukan aktivitas seksual. Namun disarankan untuk memilih produk pelumas vagina yang aman tanpa efek samping dan tidak menimbulkan masalah berarti pada organ kewanitaan Anda, gunakan produk pelumas vagina yang memiliki pengawasan oleh dokter ahli seksologi atau masalah reproduksi.

8. Mengurangi kebiasaan masturbasi atau onani. Sering melakukan masturbasi atau onani juga dapat membuat cairan vagina berkurang. Masturbasi memang boleh dilakukan hanya untuk merangsang gairah seksual.

9. Namun ada pula pengobatan lainnya dengan melakukan pengobatan alternatif seperti terapi estrogen dan adapula pilihan lainnya seperti krim estrogen, cincin estrogen atau tablet estrogen.

Untuk mengenali apa saja tanda atau gejala-gejala cairan vagina/lubrikasi mulai mengering. Tanda dan gejala kekeringan vagina meliputi:

1. Kekeringan vagina
2. Gatal
3. Sensasi panas pada vagina
4. Sakit atau pendarahan ringan saat berhubungan seks

membangkitkan libido pasangan


=====================================

>>> Femizome untuk Pelumas Organ Intim Wanita, Membantu Meningkatkan Libido Wanita, Mengencangkan Dinding Vagina dan Mengatasi Keputihan, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Pelumas Vagina and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>