Kelembaban vagina dihasilkan oleh lendir serviks yang ada pada kelenjar serviks (kelenjar leher rahim). Guna dari lendir serviks ini adalah membersihkan organ kewanitaan dari sel-sel mati cairan vagina yang kemudian dikeluarkan setelah masa menstruasi berakhir melalui rongga vagina. Rata-rata wanita mengeluarkan sisa cairan sari sel-sel mati ini sebanyak 2 gr sel-sel mati dan 3 gr lendir atau cairan.
Selain kelenjar serviks atau kelenjar leher rahim yang menghasilkan cairan vagina, adapula kelenjar lainnya membantu kelenjar serviks menghasilkan cairan lubrikasi yakni kelenjar Batholini yang memiliki fungsi untuk menghasilkan cairan lubrikasi tambahan pada vagina ketika sedang melakukan aktivitas seksual. Akan tetapi cairan/lubrikasi yang dihasilkan dari kelenjar bartholini lebih banyak dibanding cairan/lubrikasi vagina yang dihasilkan oleh kelenjar serviks. Cairan vagina yang dihasilkan oleh kelenjar Bartholini ini memiliki bau yang khas yang merupakan hasil evolusi jutaan tahun yang dapat meningkatkan daya rangsang wanita terhadap pasangannya dan dapat pula dijadikan sebagai tanda bahwa wanita sudah siap untuk melakukan aktivitas seksual.
